Biogas Energi pilihan peternak.

Mungkin anda sudah terbiasa mendengar yang namanya biogas. Yah biogas, enegi alternative yang akhir-akhir ini sedang giat-giatnya dikembangkan.biogas memiliki beberapa kelebihan disbanding bahan bakar minyak bumi. Diantaranya dapat diperbaharui, ramah lingkungan karena residu pembakarannya tidak mengandung bahan pencemar yang merusak lingkungan seperti bahan bakar konvensional.
Apalagi disaat sekarang ini susah mendapatkan bahan bakar seperti minyak tanah dan elpiji. Biogas merupakan salah satu energy alternative favorit terutama bagi sebagian masyawakat yang berprovesi sebagai peternak.
Setelah membaca beberapa referensi penulis dapat informasi tentang beberapa yang sudah mengaplikasikan teknologi biogas sebagai sumber energy alternative bahan bakar minyak. Salah satunya daerah desa cibogo, lembang bandung utara jawa barat. Sebagian besar masyarakatnya berprovesi sebagai peternak sapi perah. Sejak tahun 2007, mereka membuat percontohan pembuatan biogas skala rumah tangga guna mengatasi kesulitan memperoleh minyak tanah dan gas elpiji.
Salah satu peternak, domon menceritakan bahwa daerah itu mendapatkan penawaran dari pemerintah untuk pengembangan pembuatan biogas. Mereka medapatkan bantuan beberapa unit reactor.
Domon mengisahkan bahwa biogas buatannya sebenarnya dibuat secara sederhana. Bahan baku berupa kotoran ternak sebanyak 4 ember ( ember ukuran 25 kg ) dan air dengan perbandingan yang sama dimasukkan kedalam reactor yang terbuat dari plastik yang kemudian. Sebelumnya dipastikan bahwa tidak ada lotoran yang menggumpal untuk menghindari adanya penymbatan. Lalu dimasukkan bakteri pengurai anaerb.lalu reactor ditutup dan dibiarkan selama 2 hari. Gas yang dihasilkan dari reactor dialirkan kedalam wadahnya yang bertekanan tinggi. Bisa juga langsung diarahkan kekompor. Yang kemudian dapat langsung digunakan.
Biogas yang dihasilkan berupa gas metana ( 54-80% volume) dan karbondioksida (20-45% volume). Sebagai perbandingan 100 kg campuran kotoran sapid dan air bisa menghasilkan gas metana sebanyak 2 kg, yang bisa digunakan untuk keperluan memasak rumahtangga selama 1 minggu. Luar biasa bukan. Bayangkan jika teknologi ini diterapkan diseluruh Indonesia. Mungkin kita tidak akan mendengar lagi adanya antrian warga yang mengantri untuk membeli minyak tanah dah gas. Dan artinya subsidi yang dikeluarkan pemerintah bisa diterapkan untuk bidang yang lain.
Bagaimana dengan anda, apakah anda tertarik mencobanya??
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: